Negosiasi Otoritas Keilmuan Ekonomi Syariah: Sanad dan Epistemologi Lokal dalam Tradisi Dayah dan Pesantren di Indonesia
Abstract
Tradisi keilmuan Islam di Indonesia, khususnya dalam institusi dayah dan pesantren, tidak dapat dilepaskan dari peran sanad sebagai mekanisme legitimasi keilmuan. Namun, dalam praktiknya, transmisi ilmu tidak berlangsung secara tekstual semata, melainkan mengalami adaptasi melalui konteks sosial dan budaya lokal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana otoritas keilmuan terbentuk melalui interaksi antara sanad dan epistemologi lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap karya-karya Azyumardi Azra, Martin van Bruinessen, dan Michael Feener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas keilmuan dalam tradisi dayah dan pesantren tidak bersifat tunggal dan statis, melainkan merupakan hasil negosiasi dinamis antara legitimasi sanad dan konstruksi epistemologi lokal. Dengan demikian, tradisi keilmuan Islam di Indonesia bersifat adaptif tanpa kehilangan akar tradisionalnya.
Keywords
Downloads
Article Information
Copyright
Copyright (c) 2026 Sodikin, Kamaruzzaman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.